Well-being among boarding school students: Academic self-efficacy and peer attachment as predictors
Yükleniyor...
Dosyalar
Tarih
2022
Dergi Başlığı
Dergi ISSN
Cilt Başlığı
Yayıncı
State Islamic University Walisongo Semarang Faculty of Psychology and Health
Erişim Hakkı
info:eu-repo/semantics/openAccess
Özet
Students in Indonesian boarding schools (pondok pesantren) have longer study hours than those in non-boarding schools. They also interact with the same friends all day. This situation makes them vulnerable to boredom and depression, and they also run the risk of being bullied. Therefore, student well-being in boarding schools needs to be studied further, with peer attachment and academic self-efficacy as predictors. This study aims to examine the effect of peer attachment and academic self-efficacy on the well-being of students attending boarding school. The study uses a quantitative approach with the linear regression method. It involves 284 students at Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School), aged between 13-15 years old, selected using the stratified random sampling method. The data collection instruments employed were the Peer Attachment Scale, Academic Self-efficacy Scale, and School Well-being Scale. The result shows that peer attachment and academic self-efficacy significantly affect school well-being (p < .01, F = 156.181, effective contribution of predictors = 52.3%). It indicates that peer attachment and academic self-efficacy simultaneously significantly influence well-being among students in boarding schools. Students should improve their peer attachment and increase their academic self-efficacy to live well in boarding schools.
Di Indonesia, siswa sekolah berasrama (pondok pesa ntren) memiliki jam belajar yang lebih lama dibandingkan dengan sekolah yang bukan a srama. Para siswa juga berinteraksi sepanjang waktu dengan teman yang relatif sama. Kon disi tersebut menjadikan siswa rentan mengalami kejenuhan, perasaan tertekan, dan mendapa tkan perundungan. Oleh karena itu, kesejahteraan siswa di sekolah asrama perlu ditelaa h lebih lanjut, dengan teman sebaya dan efikasi diri akademik sebagai prediktornya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kelekatan teman sebaya dan efikasi diri akademik te rhadap kesejahteraan siswa yang bersekolah dengan sistem asrama. Penelitian ini melibatkan sis wa Madrasah Tsanawiyah dengan rentang usia 13–15 tahun yang bersekolah dengan sistem asrama se banyak 284 peserta, dipilih dengan metode stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan Skala Peer Attachment Skala Academic Self-efficacy dan Skala School Well-being. Data kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan nilai yang si gnifikan (p < 0,01 dan F =156,181, sumbangan efektif = 52,3%). Artinya, kelekatan teman sebaya d an efikasi diri akademik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan siswa asrama. Implikasinya, siswa dapat meningkatkan efikasi diri akademik serta kelekatan dengan teman sebaya supaya lebih sejahtera saat di sekolah.
Di Indonesia, siswa sekolah berasrama (pondok pesa ntren) memiliki jam belajar yang lebih lama dibandingkan dengan sekolah yang bukan a srama. Para siswa juga berinteraksi sepanjang waktu dengan teman yang relatif sama. Kon disi tersebut menjadikan siswa rentan mengalami kejenuhan, perasaan tertekan, dan mendapa tkan perundungan. Oleh karena itu, kesejahteraan siswa di sekolah asrama perlu ditelaa h lebih lanjut, dengan teman sebaya dan efikasi diri akademik sebagai prediktornya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kelekatan teman sebaya dan efikasi diri akademik te rhadap kesejahteraan siswa yang bersekolah dengan sistem asrama. Penelitian ini melibatkan sis wa Madrasah Tsanawiyah dengan rentang usia 13–15 tahun yang bersekolah dengan sistem asrama se banyak 284 peserta, dipilih dengan metode stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan Skala Peer Attachment Skala Academic Self-efficacy dan Skala School Well-being. Data kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan nilai yang si gnifikan (p < 0,01 dan F =156,181, sumbangan efektif = 52,3%). Artinya, kelekatan teman sebaya d an efikasi diri akademik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan siswa asrama. Implikasinya, siswa dapat meningkatkan efikasi diri akademik serta kelekatan dengan teman sebaya supaya lebih sejahtera saat di sekolah.
Açıklama
Anahtar Kelimeler
School Well-Being, Peer Attachment, Academic Self-Efficacy, Kesejahteraan Siswa di Sekolah, Kelekatan Teman Sebaya, Efikasi Diri Akademik
Kaynak
Psikohumaniora
WoS Q DeÄŸeri
Scopus Q DeÄŸeri
N/A
Cilt
7
Sayı
1
Künye
Mudzkiyyah, L., Wahib, A. ve Bulut, S. (2022). Well-being among boarding school students: Academic self-efficacy and peer attachment as predictors. Psikohumaniora, 7(1), 27-38. https://doi.org/10.21580/pjpp.v7i1.10374